Saturday, November 21, 2009

KISAH PEMUDA BERIBU-BAPAKKAN BABI

Nabi Musa adalah satu-satunya nabi yang boleh bercakap langsung dengan Allah S.W.T Setiap kali dia hendak bermunajat, nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah. Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain. Suatu hari nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di surga nanti yang akan berjiran dengan aku?". Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawaban, nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan menuju tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga nabi Musa di tempat berkenaan.
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu. Tuan rumah itu tidak melayani nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?”, kata nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan.
Bayi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudian dihantarnya ke bilik. Selesai kerjanya barulah dia melayani nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu yaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela babi?, kita tidak boleh berbuat begitu", kata Nabi Musa. "Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibu bapak kandungku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang bodoh rupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajibanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibu bapakku sebagai mana yang Tuan Hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menajdi babi, aku tetap melaksanakan tugasku", sambungnya, "Setiap hari aku berdo’a kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah masih belum mengabulkan lagi", tambah pemuda itu lagi.
Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada nabi Musa a.s. “Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di surga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepada kedua ibu bapaknya. Ibu bapaknya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh karena itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak sholeh disisi Kami". Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh karena dia telah berada di maqam anak yang sholeh disisi Kami, maka Kami angkat do’anya. Tempat kedua ibu bapaknya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam surga". Itulah berkat anak yang sholeh. Do’a anak yang sholeh dapat menebus dosa ibu bapak yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke surga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibu bapaknya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibu bapak kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.
Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibu bapak kita, itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagai mana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa. Walau sekali pun banyak dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah S.W.T supaya kedua ibu bapak kita diampuni Allah S.W.T. Do’a anak yang sholeh akan membantu kedua ibu bapaknya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibu bapak di alam kubur. Arti sayang seorang anak kepada ibu dan bapaknya bukan melalui hantaran uang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibu bapaknya ialah dengan do’anya supaya kedua ibu bapaknya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah.

No comments: